Otomotif

Penjualan Mobil AS Naik 2% pada 2025, Tahan Terhadap Tekanan Regulasi

Sinyalmedia.comPenjualan mobil baru di Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2025 dilaporkan naik sekitar 2% dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan ketahanan industri otomotif terbesar di dunia dalam menghadapi sejumlah tantangan pasar dan kebijakan regulasi yang ketat. Pertumbuhan tersebut terjadi meskipun perusahaan menghadapi tekanan dari perubahan aturan dan insentif yang berubah, serta gejolak dalam daya beli konsumen di seluruh negeri.

Menurut data analis dan industri, total penjualan kendaraan baru di AS pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 16 juta unit, menunjukkan kenaikan dari periode sebelumnya. Angka ini menjadi pertanda positif bagi produsen yang terus menghadapi tekanan dari rantai pasokan global, tarif impor, hingga perubahan insentif kendaraan listrik (EV).

Pertumbuhan Dipicu oleh Permintaan Kendaraan Konvensional

Walaupun sektor otomotif global tengah bertransformasi menuju elektrifikasi, pertumbuhan penjualan di AS pada 2025 sebagian besar didorong oleh permintaan untuk truk berbahan bakar bensin, SUV, dan kendaraan hibrida yang tetap kuat. Sebagian konsumen terlihat memanfaatkan kesempatan untuk membeli sebelum aturan baru atau kredit pajak kendaraan listrik berakhir atau berubah.

Sebagai informasi, insentif federal sebesar US$7.500 untuk pembelian kendaraan listrik dipangkas atau berubah pada 2025, yang kemudian berdampak pada penurunan minat beli EV khususnya pada akhir tahun. Proporsi penjualan EV di bulan Desember 2025 turun menjadi sekitar 6,6% dari total penjualan ritel, lebih rendah dibandingkan 11,2% pada tahun sebelumnya, menurut laporan konsultan industri.

Akibat perubahan ini, beberapa produsen besar seperti General Motors (GM) dan Ford sempat menunda atau mengubah rencana produksi kendaraan listrik mereka, dengan GM bahkan mengambil biaya besar terkait perubahan strategi EV. Ford juga membatalkan sejumlah proyek EV besar termasuk varian listrik dari F-150 Lightning.

Ketahanan Industri di Tengah Ketidakpastian Regulasi

Pertumbuhan terjadi meski industri menghadapi ketidakpastian regulasi yang cukup besar sepanjang 2025. Tekanan kebijakan mencakup rollback insentif pajak kendaraan listrik, tarif impor, serta berbagai aturan emisi baru yang berubah seiring arah kebijakan federal dan negara bagian. Hal ini memaksa produsen untuk lebih fleksibel dalam strategi produksi dan penjualan.

Thomas King, Presiden OEM Solutions di JD Power, menggambarkan 2025 sebagai ‘roller coaster besar’ bagi industri otomotif, dengan gangguan tak terduga menjadi hal yang biasa. Namun, lonjakan penjualan menunjukkan permintaan konsumen masih kuat, terutama untuk kendaraan yang tetap relevan dengan kebutuhan fungsional sehari-hari.

Beberapa analis memperingatkan bahwa mempertahankan pertumbuhan ini pada 2026 bisa menjadi tantangan lebih besar. Faktor seperti ketidakpastian ekonomi, biaya kepemilikan kendaraan yang tinggi, dan kebijakan tarif impor yang kian kompleks berpotensi membatasi momentum pertumbuhan permintaan otomotif AS.

Respons Produsen dan Strategi Penyesuaian

Berbagai produsen mobil besar di AS merespons dinamika ini dengan strategi penyesuaian yang cepat. GM, misalnya, kembali mengevaluasi lini produksi untuk menyeimbangkan antara kendaraan konvensional dan elektrifikasi. Beberapa pabrik yang semula fokus pada EV dialihkan kembali ke produksi model berbahan bakar internal untuk memenuhi permintaan pasar yang masih tinggi.

Produsen lain, seperti Stellantis dan Toyota, menumbuhkan fokus pada segmen hibrida dan kendaraan hemat bahan bakar untuk mengimbangi penurunan insentif EV dan mempertahankan konsumen yang kurang terpengaruh oleh tren elektrifikasi. Strategi ini membantu menjaga pasar tetap stabil meskipun insentif yang mendukung pembelian kendaraan ramah lingkungan mengalami penyesuaian.

Outlook 2026, Tantangan dan Peluang

Meskipun data penjualan 2025 memperlihatkan hasil yang relatif positif, perspektif 2026 bagi industri otomotif AS tetap campuran. Beberapa perkiraan menunjukkan kemungkinan penurunan penjualan karena faktor ekonomi global, biaya kendaraan yang meningkat, dan pengurangan insentif fiskal bagi segmen tertentu. Sementara itu, pembuat mobil berharap tren permintaan dapat kembali meningkat seiring pelonggaran suku bunga dan pembaruan insentif kebijakan di masa depan.

Analis industri mencatat bahwa pertumbuhan penjualan mobil di tengah tekanan seperti ini menunjukkan resiliensi pasar otomotif AS. Permintaan yang stabil untuk kendaraan yang sesuai kebutuhan konsumen baik truk, SUV, maupun model hibrida memberikan pondasi yang kuat saat industri terus beradaptasi dengan perubahan regulasi dan tren teknologi yang semakin cepat.