Kesehatan

Polri Berpacu dengan Waktu Layani Kesehatan Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sinyalmedia.comUpaya penanganan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dikebut aparat kepolisian RI. Polri mengerahkan tim medis, logistik kesehatan, serta kendaraan taktis untuk memastikan layanan bantuan darurat dapat menjangkau wilayah terdampak sesegera mungkin. Dengan kondisi lapangan yang penuh hambatan, Polri menegaskan komitmennya untuk berpacu dengan waktu demi menyelamatkan korban luka dan mencegah dampak lanjutan pascabencana.

Bencana alam yang melanda tiga provinsi di Sumatera dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan warga mengalami luka-luka, trauma, dan kesulitan mengakses layanan medis. Beberapa daerah bahkan terisolasi akibat akses jalan tertutup longsor dan genangan. Situasi tersebut membuat respon cepat menjadi elemen krusial dalam penanganan.

Tim Medis Polri Turun Langsung ke Wilayah Terisolasi

Kepala Divisi Humas Polri menjelaskan bahwa tim Dokkes Polri telah dikerahkan ke sejumlah titik prioritas sejak hari pertama. Menggunakan kendaraan taktis, motor trail, hingga perahu karet, petugas diperintahkan untuk memastikan layanan kesehatan menyentuh seluruh wilayah terdampak, termasuk daerah terpencil.

“Kami bergerak cepat karena setiap menit menentukan keselamatan korban. Fokus utama adalah penanganan luka berat, pencegahan infeksi, serta stabilisasi kondisi para pengungsi,” ujar salah satu perwira Dokkes yang berada di lapangan.

Selain layanan medis, Polri juga membuka posko kesehatan keliling yang dapat berpindah sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan. Posko ini dilengkapi obat-obatan dasar, ruang tindakan, serta tenaga medis gabungan dari Polda Aceh, Polda Sumut, dan Polda Sumbar.

Distribusi Obat dan Logistik Diprioritaskan

Selain layanan medis, isu krusial lain adalah distribusi obat-obatan. Kondisi jalan yang rusak membuat pengiriman logistik tidak mudah. Polri melakukan koordinasi dengan BNPB, TNI, dan pemerintah daerah untuk membuka jalur alternatif, termasuk memanfaatkan jalur udara di beberapa titik.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan suplai obat tetap tersedia, terutama antibiotik, cairan infus, serta obat luka yang sangat dibutuhkan para korban. Polri juga menyiapkan bantuan logistik tambahan berupa masker, selimut, vitamin, dan perlengkapan sanitasi guna menjaga kesehatan para pengungsi yang berada dalam kondisi kurang layak.

Layanan Trauma Healing untuk Anak dan Keluarga

Selain layanan medis fisik, Polri juga menurunkan tim trauma healing yang terdiri dari psikolog kepolisian. Mereka difokuskan memberikan dukungan emosional bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak langsung bencana.

Kegiatan trauma healing dilakukan melalui sesi bermain, konseling singkat, hingga pendampingan keluarga yang kehilangan rumah atau anggota keluarga. Polri menilai kesehatan mental korban harus segera ditangani agar dampaknya tidak berkepanjangan.

Komitmen Polri Menjaga Keamanan dan Kesehatan

Di tengah proses pemulihan, Polri juga memperketat keamanan di wilayah pengungsian untuk mencegah potensi tindak kriminal seperti penjarahan atau penipuan bantuan. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman.

Polri memastikan operasi kemanusiaan ini akan berlanjut selama dibutuhkan, termasuk pengawalan distribusi bantuan jangka panjang serta pendataan warga terdampak.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan secara simultan dan terkoordinasi, Polri menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Meski menghadapi medan sulit dan waktu yang terbatas, jajaran Polri terus bergerak cepat demi memastikan korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar mendapatkan layanan kesehatan terbaik di saat kritis.