Tips Trik

Talkshow SI-ANIDA Bahas Tips dan Trik Menulis KTI Bersama Nur Sabila Fitri

Sinyalmedia.comOrganisasi kemahasiswaan SI‑ANIDA kembali menghadirkan acara edukatif yang menarik minat pelajar dan mahasiswa di seluruh daerah. Kali ini SI‑ANIDA menyelenggarakan talkshow berjudul Strategi Riset dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Menuju Prestasi Kompetisi Ilmiah, yang menghadirkan narasumber inspiratif Nur Sabila Fitri, seorang penulis akademik dan pembimbing karya tulis ilmiah yang berpengalaman.

Acara yang digelar pada akhir pekan lalu itu berlangsung secara hybrid, yakni offline di Auditorium Kampus Universitas Terbuka Jakarta dan online melalui platform video conference agar lebih banyak peserta bisa mengikuti dari berbagai kota. Talkshow ini dirancang khusus untuk membantu generasi muda memahami teknik penyusunan KTI yang baik, memaksimalkan proses riset, serta strategi agar karya ilmiah yang dibuat layak untuk bersaing di skala regional maupun nasional.

Menurut panitia pelaksana SI‑ANIDA, kegiatan ini lahir dari kebutuhan mahasiswa terhadap pemahaman menyeluruh mengenai proses penulisan karya ilmiah. Dengan banyaknya lomba dan kompetisi yang kini digelar oleh perguruan tinggi dan lembaga studi, kemampuan menyusun KTI yang baik menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki setiap siswa dan mahasiswa.

“Narasumber hari ini akan membantu kita semua mengetahui langkah‑langkah riset yang benar, struktur penulisan KTI, hingga tips agar karya kita tidak hanya lengkap secara teknis, tetapi juga kuat secara substansi dan ide,” ujar Ketua Pelaksana SI‑ANIDA membuka acara.

Paparan Materi:, ari Riset hingga Penyusunan KTI

Dalam sesi utamanya, Nur Sabila Fitri menyampaikan bahwa proses pembuatan KTI seharusnya dimulai jauh sebelum menulis naskah. Tahap awal menurutnya adalah identifikasi isu dan perumusan masalah, sebuah kunci penting agar riset yang dilakukan memiliki tujuan serta arah yang jelas.

“Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah menulis sebelum memahami apa sebenarnya fokus penelitian yang ingin diangkat,” ujar Nur Sabila.

Selain itu, ia juga memberikan panduan teknis mengenai bagaimana melakukan riset efektif, termasuk cara memilih sumber referensi yang kredibel serta teknik pengumpulan data yang valid. Dengan riset yang matang, karya tulis ilmiah menjadi lebih bermakna dan layak untuk dipresentasikan dalam kompetisi atau seminar.

Nur Sabila juga membedah struktur KTI, mulai dari bagian pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, pembahasan hasil, hingga kesimpulan. Menurutnya, setiap bagian memiliki peran dan fungsi yang berbeda, sehingga perlu ditulis secara sistematis agar pembaca mudah memahami gagasan yang disampaikan. Materi ini sangat relevan khususnya bagi mahasiswa yang sedang menyiapkan skripsi atau tugas akhir.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, talkshow ini juga dilengkapi dengan sesi Q&A interaktif, di mana peserta bisa bertanya langsung kepada narasumber. Banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan pengalaman Nur Sabila saat mengikuti berbagai kompetisi ilmiah dan tips praktis untuk mengatasi tantangan riset.

Menembus Kompetisi Ilmiah

Menjelang akhir acara, fokus talkshow beralih ke strategi agar karya yang sudah disusun bisa berhasil menembus seleksi kompetisi ilmiah. Nur Sabila menjelaskan bahwa selain aspek teknis penulisan, penting juga bagi penulis untuk memperhatikan aspek presentasi dan penyajian data.

“Cara kita mempresentasikan data atau hasil riset sering kali menjadi penentu apakah juri tertarik atau tidak. Tidak hanya kuat secara substansi, tetapi juga menarik secara visual dan logis,” jelasnya.

Ia memberikan contoh nyata bagaimana peserta lomba KTI harus memikirkan strategi penyampaian poin utama agar juri dapat langsung menangkap nilai inovatif dari karya tersebut. Ia juga menyarankan agar penulis mencari peluang kolaborasi dengan dosen atau mentor yang berpengalaman untuk memberikan feedback yang konstruktif sebelum mengirimkan karya ke kompetisi.

Respon Peserta dan Dampaknya

Talkshow ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai universitas dan SMA di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, baik secara langsung maupun melalui chat selama sesi daring berlangsung. Sebagian peserta mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat membantu mereka yang masih kesulitan dalam menyusun KTI pertama mereka.

“Materinya sangat lengkap dari dasar sampai tahap lanjutan dan ini sangat membantu khususnya bagi saya yang ingin ikut lomba karya ilmiah tingkat nasional,” ujar salah seorang peserta.

Arah Selanjutnya

SI‑ANIDA berencana menjadikan talkshow ini sebagai rangkaian kegiatan berkelanjutan yang mendukung literasi riset dan penulisan ilmiah di kalangan generasi muda. Dengan menghadirkan narasumber ahli seperti Nur Sabila, organisasi ini berharap bisa mencetak lebih banyak penulis ilmiah muda yang kompeten dan siap bersaing di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional.

Acara seperti ini dinilai penting karena memberikan pengetahuan praktis yang langsung bisa diterapkan oleh peserta dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas. Di tengah gelombang informasi dan kebutuhan akan pemikiran kritis di era modern, keterampilan seperti riset dan penulisan ilmiah menjadi aset penting bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam dunia akademik maupun profesional.