Properti

Transaksi Properti Menggeliat, BPHTB Bontang Capai Rp19,6 Miliar

Sinyalmedia.comPertumbuhan sektor properti di Bontang menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) mencapai Rp19,6 miliar, menandai peningkatan transaksi properti yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini menjadi indikasi geliat pasar real estate di kota yang terus berkembang, sekaligus membuka peluang investasi yang menjanjikan bagi pengembang maupun pembeli individu.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Hendra Pratama, angka Rp19,6 miliar merupakan rekor baru untuk penerimaan BPHTB dari transaksi properti dalam kurun waktu satu tahun.

“Pertumbuhan ini menunjukkan minat masyarakat dan investor terhadap properti di Bontang semakin tinggi. Baik rumah tinggal, apartemen, maupun ruko mengalami kenaikan transaksi yang signifikan,” ujarnya.

Geliat Pasar Properti Bontang

Sektor properti di Bontang tidak hanya didorong oleh kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga investasi jangka panjang. Kota ini terus mengalami perkembangan infrastruktur, fasilitas publik, dan akses transportasi, sehingga properti menjadi aset yang diminati. Menurut data Bapenda, sebagian besar transaksi datang dari rumah tapak dan apartemen kelas menengah, sementara segmen ruko dan tanah strategis juga mulai meningkat permintaannya.

Hendra menambahkan bahwa kenaikan BPHTB ini tidak terlepas dari program pemerintah kota yang mempermudah proses perizinan dan pembayaran pajak properti. Dengan sistem digitalisasi, masyarakat kini bisa melakukan transaksi dan pelaporan secara cepat, transparan, dan aman.

“Kemudahan ini tentu mendorong lebih banyak orang dan investor untuk membeli properti di Bontang,” kata Hendra.

Peluang Investasi yang Menjanjikan

Lonjakan transaksi ini membuka peluang menarik bagi para investor. Menurut Ahmad Ridwan, pakar properti dari Universitas Mulawarman, Bontang kini menjadi kota dengan prospek investasi yang positif.

“Pertumbuhan ekonomi, pembangunan kawasan industri, serta fasilitas umum yang terus berkembang membuat harga properti berpotensi naik dalam jangka menengah hingga panjang. Bagi investor, ini adalah momentum yang tepat untuk masuk ke pasar lokal,” jelas Ahmad.

Selain rumah dan apartemen, tanah strategis juga mulai menjadi incaran investor. Lokasi dekat pusat kota, jalan utama, dan kawasan industri menjadi primadona karena potensi kenaikan nilai jual yang signifikan. Fenomena ini turut mendorong pertumbuhan BPHTB dan memicu geliat sektor konstruksi.

Dampak bagi Sektor Konstruksi dan Ekonomi Lokal

Tidak hanya mendorong pasar properti, peningkatan transaksi ini berdampak positif pada sektor konstruksi dan ekonomi lokal. Banyak pengembang rumah, kontraktor, dan penyedia bahan bangunan mengalami peningkatan permintaan. Hal ini turut menciptakan lapangan kerja baru dan menambah kontribusi ekonomi daerah. Lebih jauh, Hendra menyebut bahwa geliat properti juga menjadi indikator kesehatan ekonomi Bontang.

“Jika transaksi properti meningkat, berarti masyarakat memiliki daya beli dan kepercayaan terhadap ekonomi lokal. Ini adalah sinyal positif bagi investor dan pemerintah,” tuturnya.

Tantangan dan Strategi ke Depan

Meski pertumbuhan positif, ada beberapa tantangan yang harus diantisipasi. Kenaikan permintaan yang pesat bisa memicu kenaikan harga properti sehingga beberapa kalangan masyarakat sulit memiliki rumah. Untuk itu, pemerintah kota berencana mendorong proyek hunian bersubsidi dan memperluas kawasan pembangunan agar keseimbangan antara kebutuhan hunian dan investasi tetap terjaga. Ahmad Ridwan menambahkan, strategi pengembang juga harus adaptif.

“Investasi yang cerdas adalah yang mempertimbangkan lokasi, kualitas bangunan, dan fasilitas pendukung. Investor sebaiknya melakukan riset pasar sebelum membeli properti agar mendapatkan return optimal,” ujarnya.

Peningkatan BPHTB Bontang hingga Rp19,6 miliar menjadi bukti nyata geliat pasar properti dan peluang investasi yang menarik. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat dan investor, sekaligus memberi efek positif bagi sektor konstruksi dan ekonomi lokal. Dengan strategi pembangunan dan investasi yang tepat, prospek properti Bontang diperkirakan akan terus tumbuh dan menarik lebih banyak investor di tahun-tahun mendatang.