Berita

Kegiatan Patroli Rutin di Kawasan ATM BRI Kecamatan Sangkulirang

Sinyal MediaPada Selasa sore, 18 November 2025, personel Polsek Sangkulirang melaksanakan kegiatan patroli rutin di kawasan ATM BRI Kecamatan Sangkulirang. Patroli tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman, khususnya menjelang waktu transaksi masyarakat pada sore hari.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau kondisi sekitar mesin ATM, memastikan tidak adanya indikasi tindak kejahatan seperti skimming, penipuan, maupun gangguan keamanan lainnya. Selain itu, personel juga memberikan imbauan kepada warga yang sedang bertransaksi agar tetap waspada, tidak memberikan PIN kepada orang lain, dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan hal-hal mencurigakan.

Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Sangkulirang dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama di lokasi-lokasi yang rawan tindak kejahatan perbankan. Polisi memastikan patroli akan terus ditingkatkan pada jam-jam rawan untuk menjaga keamanan wilayah kecamatan Sangkulirang.

Kehadiran aparat keamanan di tengah-tengah masyarakat, terutama di titik-titik vital ekonomi, merupakan pilar utama dalam menciptakan rasa aman. Di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, kepolisian setempat secara konsisten mengintensifkan Kegiatan Patroli Rutin (KPR) di kawasan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya preventif yang diperkuat untuk meminimalisir peluang tindak kriminalitas, mulai dari pencurian dengan kekerasan (curas), penipuan skimming, hingga kejahatan siber.

Patroli di kawasan ATM BRI Sangkulirang dipandang krusial mengingat statusnya sebagai salah satu pusat transaksi finansial utama bagi warga kecamatan, termasuk para pekerja perkebunan, pertambangan, dan pelaku usaha mikro. Peningkatan keamanan ini bertujuan untuk menegaskan kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan dan fungsi keamanan negara.

Kapolsek Sangkulirang, AKP Dedi Suryadi, S.H., dalam keterangannya, menjelaskan bahwa patroli rutin ini didasarkan pada analisis kerawanan yang menunjukkan peningkatan potensi kejahatan di lingkungan ATM, seiring dengan makin tingginya frekuensi transaksi.

“Fokus kami ada dua. Pertama, kejahatan konvensional, seperti perampokan atau penipuan modus ganjal kartu. Kedua, kejahatan berbasis teknologi, yaitu skimming atau pemasangan kamera tersembunyi,” ujar AKP Dedi.

Kegiatan patroli tidak hanya melibatkan kehadiran fisik petugas berseragam. Tim patroli juga dilengkapi dengan peralatan untuk mendeteksi skimmer atau perangkat mencurigakan lainnya yang mungkin dipasang pada mesin ATM. Pengecekan visual dan manual terhadap card reader dan pin pad dilakukan secara berkala.

Elemen penting dari patroli ini adalah aspek edukasi. Petugas tidak hanya berpatroli, tetapi juga berinteraksi langsung dengan nasabah yang sedang bertransaksi. Mereka memberikan imbauan singkat namun penting:

  • Tutup Tangan Saat Memasukkan PIN: Untuk mencegah kamera tersembunyi merekam angka PIN.
  • Waspadai Orang Asing: Jangan mudah percaya pada tawaran bantuan dari orang tak dikenal di kawasan ATM.
  • Cek Kondisi Fisik Mesin: Periksa apakah ada komponen yang terlihat longgar, janggal, atau tambahan perangkat asing di slot kartu.

Sinergi dengan masyarakat juga diperkuat. Pihak kepolisian mendorong nasabah untuk segera melapor melalui hotline darurat jika menemukan kejanggalan atau merasa dibuntuti. Kerjasama yang erat juga dijalin dengan pihak bank (BRI) untuk memastikan kamera pengawas (CCTV) berfungsi optimal dan pencahayaan kawasan ATM selalu memadai.

Menyadari bahwa pola kejahatan cenderung terjadi pada jam-jam tertentu, jadwal patroli ditingkatkan dan difokuskan pada waktu-waktu kritis:

Jam-jam di atas pukul 22.00 hingga subuh merupakan periode paling rawan. Pada jam ini, kondisi jalanan sepi, dan pengawasan di sekitar ATM minim. Patroli dilakukan secara staggered (acak) untuk menghindari prediksi pelaku kejahatan.

Pada periode ini, volume transaksi meningkat tajam, terutama setelah hari gajian, sementara banyak petugas bank sedang libur. Patroli rutin memastikan bahwa meskipun layanan bank tutup, keamanan finansial masyarakat tetap terjaga.

Prioritas patroli diberikan pada kawasan ATM yang letaknya agak tersembunyi atau memiliki pencahayaan buruk. Penerangan yang baik diyakini sebagai pencegah kriminalitas yang paling efektif.

Patroli dilakukan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, memastikan petugas dapat menjangkau seluruh titik ATM, termasuk yang berada di area perkebunan atau perusahaan yang jauh dari pusat keramaian Kecamatan Sangkulirang.

Hasil dari intensifikasi KPR ini sangat terasa. Dalam enam bulan terakhir, tercatat penurunan signifikan kasus kriminalitas di kawasan ATM, khususnya modus ganjal kartu yang sempat meresahkan. Kehadiran petugas berseragam memberikan ketenangan psikologis yang tak ternilai.

Lurah Sangkulirang, Bapak Heru Candra, menyambut baik inisiatif ini. “Kegiatan patroli rutin ini bukan hanya menjaga mesin ATM, tapi juga menjaga perputaran ekonomi mikro kami. Ketika masyarakat merasa aman saat mengambil modal atau gaji, mereka lebih berani bertransaksi. Ini menopang stabilitas ekonomi lokal,” ujarnya.

Seorang nasabah, Ibu Siti Rahma, seorang pemilik warung sembako, memberikan kesaksian. “Dulu, saya selalu takut mengambil uang di malam hari. Sekarang, melihat mobil patroli lewat atau ada polisi yang berdiri sebentar di dekat ATM, rasa was-was itu hilang. Ini sangat membantu kami para pedagang kecil,” katanya.

Keberhasilan Program Patroli Rutin di Sangkulirang menjadi contoh nyata bahwa pendekatan preventif melalui kehadiran fisik aparat secara konsisten jauh lebih efektif daripada penindakan setelah kejahatan terjadi. Kegiatan ini merupakan manifestasi dari konsep Polisi Mitra Masyarakat, di mana fungsi keamanan terintegrasi dengan kebutuhan layanan publik dan transaksi ekonomi warga.

Pemkab Lamsel berkomitmen untuk terus mendukung pendanaan operasional patroli ini, menyadari bahwa keamanan finansial adalah bagian integral dari kesejahteraan sosial. Kedepannya, program ini direncanakan akan diperluas dengan melibatkan teknologi pendukung seperti pemasangan panic button yang terhubung langsung ke kantor Polsek, menjadikan kawasan ATM di Sangkulirang sebagai salah satu area transaksi paling aman di Kabupaten Kutai Timur.