Literasi Digital Kalteng Makin Mudah dengan Aplikasi Huma Betang
Sinyalmedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengakselerasi transformasi digital bagi masyarakat melalui platform aplikasi Huma Betang, sebuah inovasi layanan digital yang dirancang untuk memperluas akses informasi, pendidikan, dan layanan publik berbasis teknologi. Upaya ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mendorong literasi digital di seluruh wilayah Kalteng, sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi era ekonomi digital yang semakin kompetitif.
Aplikasi Huma Betang merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat umum. Dengan mengunduh aplikasi ini dari Google Play Store maupun App Store, warga Kalteng kini bisa mengakses ribuan buku elektronik, informasi publik, serta fitur layanan digital lainnya kapan saja dan di mana saja, tanpa terbatas jarak maupun waktu.
Menurut Plt. Kepala Bidang Layanan, Teknologi Informasi, dan Kerjasama Perpustakaan Dispursip Kalteng, Febrianto Budiman, inovasi ini akan membantu mempercepat transformasi literasi di daerah sekaligus memberikan jembatan bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengakses bahan bacaan dan informasi berbasis digital.
“Aplikasi ini menjadi alat penting untuk menguatkan kemampuan digital warga secara luas,” ujar Febrianto.
Fokus pada Akses Informasi & Pendidikan Digital
Literasi digital bukan hanya soal membaca buku elektronik, tetapi juga kemampuan warga dalam memahami serta memanfaatkan teknologi digital untuk kepentingan pribadi maupun publik. Melalui Huma Betang, warga juga mendapatkan akses ke sumber informasi yang lebih luas, termasuk konten edukasi, berita, dan referensi yang relevan bagi kebutuhan belajar maupun aktivitas sehari-hari.
Program digital ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng. Sebelumnya, Pemprov Kalteng telah meluncurkan Kelas Digital Huma Betang, sebuah platform pembelajaran berbasis digital yang memberi kemudahan bagi pelajar dan guru dalam mengelola proses belajar mengajar secara online. Sistem ini menyediakan fitur seperti modul ajar digital, ujian online, serta pemantauan pembelajaran dalam satu wadah terpadu.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menekankan bahwa digitalisasi pendidikan dan literasi digital merupakan langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan akses informasi antara wilayah kota dan pedalaman. Program seperti Huma Betang diharapkan dapat membantu pemerintah mewujudkan pemerataan pendidikan dan membuka peluang baru bagi generasi muda di daerah terpencil.
Layanan Publik Terintegrasi & Digitalisasi Administrasi
Tidak hanya soal edukasi, aplikasi Huma Betang juga diperluas untuk mencakup berbagai layanan publik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Sebelumnya, aplikasi ini diperkenalkan sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan pemerintah, termasuk kemudahan dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan berbagai transaksi administrasi publik lain yang sebelumnya memerlukan proses manual.
Melalui integrasi layanan ini, warga tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pemerintah untuk mengurus berbagai kebutuhan administratif. Cukup dengan smartphone dan koneksi internet, proses dapat dilakukan secara online. Ini sangat membantu terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, di mana akses ke layanan publik sering kali menjadi tantangan.
Dampak Positif & Tantangan yang Dihadapi
Transformasi digital ini membawa dampak positif yang signifikan, terutama bagi peningkatan literasi digital masyarakat. Survei sekaligus evaluasi publik menunjukkan bahwa program digital dan pendidikan yang dijalankan melalui platform Huma Betang mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat. Sebagian besar responden menilai bahwa digitalisasi pendidikan telah membantu memperluas akses pembelajaran, membuat proses belajar lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Namun, tantangan juga tidak bisa diabaikan. Kesiapan infrastruktur digital, terutama konektivitas internet di beberapa wilayah pedalaman Kalteng, masih menjadi kendala yang harus diatasi. Pemerintah daerah terus menyiapkan strategi pengembangan infrastruktur dan pelatihan literasi digital untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara maksimal.
Mewujudkan Masyarakat Digital yang Inklusif
Penerapan aplikasi Huma Betang adalah bagian dari visi besar Kalteng menuju masyarakat yang melek digital dan siap bersaing di era globalisasi. Transformasi ini tidak hanya dirasakan oleh generasi muda, tetapi juga membuka peluang bagi warga dewasa dan pelaku usaha kecil untuk memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan potensi diri maupun usahanya. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Adiah Chandra Sari, menegaskan bahwa literasi digital akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia yang kompeten.
“Kami terus mendorong agar aplikasi ini tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai bagian dari budaya belajar sepanjang hayat masyarakat Kalteng,” katanya.
Dengan semangat inklusivitas dan kemajuan teknologi, Huma Betang diharapkan menjadi jembatan yang mempersempit kesenjangan digital dan membuka pintu peluang baru bagi seluruh warga Kalimantan Tengah dalam era digital saat ini dan masa depan.